Mahasiswa KKN Latih Kader PKK untuk Mengolah Hasil Pertanian Desa Tanjungharjo

Posted by: | Posted on: Februari 21, 2019

Kader PKK Mencoba Hasil Olahan Susu Jagung 21 Januari 2019 (Dito)

 

GROBOGAN – Sebagian besar masyarakat Desa Tanjungharjo Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan, memiliki profesi sebagai petani sebanding dengan luas lahan baku sawah di desa ini. Hasil utama dari pertanian di desa ini adalah padi, jagung, dan tebu. Dari semua hasil ini, petani langsung menjualnya dalam keadaan mentah. Sehingga, masyarakat kurang dapat mendapat penghasilan lebih karena hanya menjual hasil pertanian dalam keadaan mentah, tidak terkecuali jagung.

 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Undip dari jurusan Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian, Indri Siagian,  mengadakan pelatihan pembuatan susu jagung sebagai hasil pertanian yang cukup besar di desa ini. Pelatihan pembuatan susu jagung ini diberikan kepada Kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai ujung tombak Desa Tanjungharjo. Pelatihan ini laksanakan pada hari Senin, 21 Januari 2019 di Pendopo Balai Desa Tanjungharjo sebagai pertemuan pertama di tahun 2019 ini.

 

Pelatihan ini diikuti oleh para kader PKK dari kesebelas dusun hadir. Pelatihan pembuatan susu jagung ini disambut antusias oleh seluruh kader yang hadir. Di samping bahan yang merupakan hasil pertanian dari desa sendiri, cara pembuatannya juga cukup mudah.

 

“Pembuatan susu jagung ini menggunakan metode “ASUH”. Metode ini pernah diseminarkan di Universitas Diponegoro dan saya rasa metode ini cocok untuk dilakukan oleh penduduk Desa Tanjungharjo untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian jagung.” Ujar Indri.

 

Bermodalkan jagung manis, dapat dibuat susu dengan tambahan sedikit air, gula, garam, natrium benzoat, CMC dan flavour sesuai selera. Jika semua bahan telah terkumpul, langkah pertama adalah kupas dan bersihkan rambut dari jagung manis setelah itu bersihkan. Rebus jagung hingga matang kemudian pipil. Blender hasil pipilan jagung dengan ditambahkan air lalu peras. Hasil perasan jagung ditambahkan gula, garam, natrium benzoat, dan CMC, serta perasa bila perlu. Susu jagung siap disajikan dalam kemasan.

 

“Dengan bahan dan langkah yang sederhana ini, masyarakat Desa Tanjungharjo dapat membuat susu jagung untuk kebutuhan sendiri maupun untuk komersial sehingga dapat digunakan untuk menambah pendapatan masyarakat.” imbuh mahasiswa Teknologi Pangan ini.

 





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *